POSO NGASREP / MUTIH

Puasa 3 di pertengahan purnama adalah salah satu puasa sunnah yang sangat di anjurkan, namun dalam kesempatan ini yang di maksud adalah puasa mutih = ngasrep, yang sering di lakukan oleh orang jawa, yang sudah menjadi tradisi, budaya dan amalan dari keyaqinan orang jawa pada umumnya.

“Poso Ngasrep/mutih” sering sekali menjadi kontroversi di masyarakat karena di anggap bid’ah oleh sebagian kelompok, karena secara syareat tak berdalil. Namun menurut kami POSO NGASREP/MUTIH itu berdasar dari sudat pandang yang lain, tentu pemahaman yang lebih dalam, dan tentu hal ini tak bertentangan dengan hokum-hukum yang melarang suatu perbuatan.

APA DAN BAGAIMANA YANG DI SEBUT POSO NGASREP?
Intinya tidak makan atau menurangi unsur PEDAS, ASIN, MANIS dan ASEM, berarti hanya makan dengan tawar tanpa rasa-rasa tambahan.

Karena ini bukan puasa wajib umum, maka puasa ini pun bertingkat-tingkat, misalnya ada yang sama sekali menghindari unsur makanan tersebut di atas,sambil puasa dan berbukanya menghindari unsur tersebut, ada jenis yang lainya yang tetap makan sehari2 hanya mengurangi unsur-unsur tersebut. Mengenai jangka waktunya pun tak di tentukan alias bebas, namun umumnya minimal 3 hari.

MOTIVASI ATAU NIAT
Dalam melakukan puasa ini tentu niat utamanya adalah Lillahita’ala, dalam pandangan dunianya praktek di lapangan niatnya sangat beragam, ada yang karena ada hajat tertentu, ada karena sakit jasmaninya, ada yang ingin melawan dan melemahkan nafsu, untuk menundukkan sifat hewaniah dalam dirinya, ada karena nadzar, dll. Intinya adalh puasa riyadhoh atau tirakat. Puasa ini tentu dosisnya sanngat berbeda tiap orang tergantung niat dan kadar keyaqinanya.

DASAR-DASAR PERINTAHNYA DAN KAITANYA DENGAN POSO NGASREP
Memang banyak sekali yang mengatakan ini tak berdasar, namun setelah di renungi sesunguhnya banyak sekali dasarnya secara tersirat , baik QURAN maupun hadits contohnya adalah:
1. Bahwa memerangi hawa nafsu itu adalah jihad akbar dan wajib setiapn individu = membuktikan niat peperangannya dengan puasa itu.
2. Bahwa syaiton itu mengalir dalam diri manusia melalui darah sebagai kendaraanya yang akan menuju terminal yaitu hati. Apa bila darah tak mendapatkan asupan unsur yang di hindari tersebut maka akan mengurangi dorongan dan keinginan-keinginan nafsu, makan minum, seks dll.
Mengurangi makan minum atau tak berlebih-lebihan dalam makan minum adalah perintah NABI.
3. Menjaga kesehatan fisik juga wajib, apabila darah bersih dari kontaminasi unsur-unsur itu maka manfaatnya banyak sekali untuk kesehatan fisik, banyak penelitian penyakit yang di sebabkan oleh unsur-unsur yang di hindari tersebut.
4. Dll.

Bersambung……..

Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: