EMAS ADALAH BENDA ASING DI BUMI KARENA DI TURUNKAN DARI LANGIT

 

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Emas yang ada di bumi, ternyata datangnya dari langit. Itulah temuan yang diungkap para ahli geologi dari University of Bristol, Inggris, dan dimuat dalam jurnal Nature. Hal ini bukan kalimat kiasan, namun partikel emas di bumi dikatakan berasal dari meteorit.

Menurut para ahli, pada saat bumi dibentuk, beragam zat yang massanya lebih ringan “mendatarat” di permukaan bumi kita. Sedangkan, zat yang lebih berat seperti besi “tenggelam” ke lapisan bumi yang lebih dalam. Sejumlah logam, seperti emas, platina dan tungsten yang memiliki keterkaitan dengan besi juga ikut bermigrasi dan memasuki bagian dalam bumi. Akibatnya, lapiran permukaan bumi pun menjadi “gersang” alias miskin zat-zat berat.

Menurut para ahli, seluruh bumi bahkan mungkin tak akan mengandung banyak emas jika zaman dahulu planet ini tidak dibombardir oleh meteorit yang disebut chondrites. Serbuan meteorit tersebut tejadi sekitar empat miliar tahun yang lalu. Hujan meteor itu menghantam bumi, membawa sekitar 200 miliar ton zat meteorit, termasuk zat berharga yang kita tambang sekarang ini. Dr Matthias Willbold, ahli geokimia University of Bristol mengatakan, “Penelitian kami menunjukkan sebagaian besar dari logam berharga yang diandalkan untuk proses industri dan ekonomi pada dasarnya ditambahkan ke planet kita lewat proses kebetulan, yaitu ketika bumi dihantam sekitar 20 miliar ton zat asteroidal”. Dengan mengukur isotop pada batuan, tim peneliti mengkaitkannya degan waktu datangnya kiriman emas dari langit. Hal ini kemudian dikatikan lagi dengan peristiwa yang disebut “serbuan akhir”. Porsi emas dan logam berharga lainnya sulit diukur, karena semua itu berkumpul dalam bentuk bongkahan dan peneliti harus menganalisis begitu banyak batuan agar dapat memperoleh data yang bermanfaat. Akhirnya, tim peneliti memiliki cara untuk membuktikan bahwa emas itu memang datang dari langit. Mereka menggunakan zat yang berbeda, yaitu tungsten.

Kenapa tungsten ? Karena zat ini bereaksi sama terhadap logam berharga seperti emas, namun dalam isotop yang berbeda. Tim peneliti kemudian meneliti porsi isotop yang berbeda pada batuan modern dan batuan paling tua di bumi, yang terdapat di Greenland. Mereka menemukan batuan pada sabuk isua di Greenlan yang tercipta 3,9 miliar tahun lalu ternyata memiliki rasio isotop tungsten 182W yang lebih tinggi. Rasio ini dibandingkan dengan batuan muda dari Hawaii, Islandia dan Canary Islands. Tim peneliti menemukan perbedaan yang signifikan dalam porsi tungsten di tiap batuan tersebut. Hal ini memberi indikasi bahwa batuan modern menerima tungsten, termasuk emas dari meteorit. Sedangkan pada batuan tua Greenland tidak memperoleh proses pengayaan seperti pada batuan modern. Hal ini juga menunjukkan perkiraan serbuan meteorit emas tersebut sesuai dengan penciptaan batu di Greenland sekitar 3,9 miliar tahun lalu. (YEYEN ROSTIYANI).

MUTIARA, AIR, ‘ARSY DAN LANGIT – by MM 4112010

Diriwayatkan, Allah ketika pertama kali menciptakan mutiara. Kemudian Allah memandang dengan penuh kagum, mutiara itu kemudian hancur. Mutiara berguncang karena takut kepada Allah, sampai ia menjadi air. Selanjutnya Allah memandang dengan pandangan rahmat, lalu membekukan sebagian mutiara yang menjadi air. Dari sana, Allah menciptakan ‘Arsy dan ‘Arsy pun berguncang, maka Allah menuliskan lafadz di ‘Arsy, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. ‘Arsy pun langsung diam, kemudian Allah membiarkan sebagian yang masih berbentuk air sampai kelak hari kiamat. Demikian maksud dari firman Allah subhanahu wa Ta’ala, “Dan ‘Arsy-Nya (singgasana) yang berada di dasar air……” (Hud ayat 7). Air tersebut saling bertepuk dan berombak yang dapat menimbulkan asap yang membumbung saling tindih satu sama lain. Air pun berbuih-buih, dan dari buih itu, Allah menciptakan beberapa jenis dan bumi yang berlipat-lipat sebagaimana Allah mengabarkan dalam firman-Nya, “Kemudian, Dia menghendaki adanya langit, sementara langit berupa asap…..”(As-Sajdah ayat 11).
Seorang Hukama berkata, “Sesungguhnya Allah menciptakan langit dari asap, bukan dari uap. Karena asap adalah zat yang saling berhubungan erat dan tetap menyatu sampai batas akhir. Dan uap adalah jenis yang saling menjauh dan melepaskan diri”. Semuanya ini karena sempurnanya ilmu Allah dan bijaksana-Nya mengatur.
Diantara langit dunia dan bumi itu terdapat beberapa langit dan langit, dimana satu sama lain berjarak perjalanan selama 500 tahun. Demikian juga tebal setiap langit. Ada yang mengatakan bahwa langit warnanya lebih putih daripada susu, warnanya tampak biru dari pantulan gunung Qoof. Nama langit dunia adalah Roqi’ah, langit kedua terdiri dari besi yang bersinar cemerlang, namanya Faidun atau Ma’un. Langit ketiga terdiri dari tembaga yang disebut Malakut atau Hariyun. Langit keempat terdiri dari perak putih yang pantulan sinarnya hampir menembus pandangan mata, namanya Zahiroh. Langit kelima terdiri dari emas merah, dinamakan Muzayanah atau Musaharoh. Langit keenam terbuat dari mutiara yang cemerlang, namanya Kholishah. Dan langit ketujuh inilah yang ada “Baitul Makmur” mempunyai empat tiang dari Yaqut merah, Zabarjad, perak putih dan satunya terbuat dari emas merah.

Ada suatu riwayat mengatakan bahwa “Baitul Makmur” terdiri dari batu akik yang tiap harinya ada 70 malaikat masuk dan tidak kembali sampai hari kiamat. Menurut pendapat yang mu’tamad, “Sesungguhnya bumi lebih utama daripada langit, karena para nabi diciptakan di sana dan kembali kesana. Alasan ini menjadikan bumi yang paling mulia adalah yang teratas, juga disanalah manusia dapat mengambil manfaatnya”.

Ibnu Abbas mengatakan bahwasanya langit yang paling utama, paling dekat dengan ‘Arsy Tuhan Yang Maha Pengasih, disana ada Kursi-Nya, dan hanya tujuh yang selalu berputar. Ketujuh bintang ada di langit tersebut, untuk hari Sabtu ada bintang Zuhal di langit ke tujuh; untuk hari Kamis ada bintang Musytari di langit ke enam, bintang Marrih ada di langit ke lima untuk hari Selasa, untuk hari Ahad ada bintang Matahari di langit keempat, untuk hari Jum’at ada bintang Zuhra di langit ketiga, untuk hari Rabu ada bintang Athorid di langit kedua, dan terakhir hari Senin ada bintang Rembulan pada langit yang pertama”.

Dari hal yang tersembunyi adalah keajaiban Tuhan Maha Pencipta yang Menciptakan ketujuh langit dari asap, dimana setiap langit berbeda dengan langit lainnya. Juga Allah menurunkan hujan dari langit, menumbuhkan tanaman yang berbeda-beda dengan warna dan rasa yang berbeda pula, sebagaimana firman-Nya, “Dan Kami melebihkan sebagian tumbuh-tumbuhan terhadap sebagian lainnya mengenai rasanya” (Ar-Ra’d ayat 4). Dan Allah menciptakan anak cucu Adam juga berbeda-beda, ada yang berkulit putih, hitam, coklat, bergembira, sedih, mukmin, kafir, pandai dan cerdik, bodoh yang asalnya mereka itu satu yaitu Adam ‘alaihis sallam. Maha Suci Tuhan Yang Menguatkan segala sesuatu ciptaan-Nya.

BESI DAN AIR – BY: FORUM BISNIS DAN PROMOSI

Ada dua benda yang bersahabat yaitu Besi dan Air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombongkan diri kepada sahabatnya : “Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak”… Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya. Suatu hari Besi menantang Air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.

Aturannya : “Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang”.Besi dan Air pun mulai berlomba. Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu. Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.

Score Air dan Besi 1 : 0 untuk rintangan ini. Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka. Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua.

Score Air dan Besi menjadi 2 : 0. Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : “Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !”. Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

Jadikanlah hidupmu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan semuanya, karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri. Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.

KEAJAIBAN AIR – OLEH TYAS EFFENDI

Tak pernah terlupa olehku tentang keajaiban air yang kutemukan saat itu. Kebaikan air telah membantuku di masa sulit. Saat itu, ketika aku masih menjadi seorang pelajar, aku dan lima orang temanku dari klub Pecinta Alam mengadakan pendakian ke gunung. Entah, aku lupa apa gunung yang kami kunjungi ketika itu. Kisah ini sudah tua memang.

Kami berenam punya keinginan besar untuk sampai di puncak, apa pun yang terjadi. Aku adalah salah satu dari dua orang perempuan dalam kelompok pendaki itu. Empat orang yang lain adalah laki-laki tangguh. Sudah menjadi hukum alam bahwa perempuan selalu menjadi lebih lemah dari laki-laki. Begitupun juga saat itu. Teman perempuanku hampir tidak kuat melanjutkan pendakian. Keadaan kami saat itu benar-benar buruk. Kami tersesat, tak tahu arah. Persediaan makanan dan minuman kami pun juga habis. Seorang teman perempuanku sakit dan sudah benar-benar tidak bisa melanjutkan perjalanan. Belum lagi, tas kecil yang kami pergunakan untuk menyimpan obat hilang. Kami tersiksa karena kelaparan dan kehausan. Kami makan buah-buahan dari tanaman liar yang kami temukan, tapi tak begitu membantu. Parahnya, kami tidak menemukan jalan menuju sungai. Tanaman liana yang bisa memberikan tetes air pun tidak ada.

Beberapa jam kemudian, hujan deras turun. Kami hampir putus asa karena kehujanan dan kedinginan, tapi di sisi lain senang karena bisa merasakan air. Dahaga kami terbayar sudah.

Seorang teman laki-laki kami melepas bajunya, lalu menggunakannya untuk menyaring air hujan yang keruh itu. Kami menadahinya. Kami tahu benar kalau air itu kotor, bahkan juga tercampur potongan dedaunan kering yang ada di sekeliling kami. Aku membacakan doa singkat dan tulus sambil memegang gelas berisi air hujan itu. Lalu, kami memberikannya pada teman perempuan kami yang demam. Keajaiban terjadi. Hanya dengan meminum segelas air hujan itu, kawan kami akhirnya sembuh walaupun belum begitu kuat berjalan sendiri. Air itu menjadi obat alami yang sangat mujarab hanya dengan dibacakan doa dengan tulus.

Kata-kata akan menjadi “mantra” yang ampuh jika diucapkan dengan tulus. Kata-kata adalah bahasa yang menjembatani kita dan dunia. Bagaimana dunia bisa mengerti kita jika kita tidak mengekspresikannya? Salah satunya adalah dengan kata-kata. Kata-kata bisa merangkai kehidupan yang kita jalani. Jika kita mengingat lagi percobaan yang sudah dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto, kita akan menemukan keajaiban yang sangat mempesona dari air. Ternyata air bisa merespon apa yang diucapkan manusia. Air tidak sepenuhnya mati.

Ucapan biasa saja sudah direspon baik oleh air dengan menunjukkan gambar kristal indah dibawah mikroskop. Apalagi jika kata-kata yang kita ucapkan adalah doa yang tulus, tentu air juga akan meresponnya dengan kebaikan yang besar. Air, dari manapun asalnya, jika kita membisikkan padanya kata-kata yang baik, maka ia akan menjadikan kebaikan dari setiap tetesnya. Air, bagaimanapun keadaannya, jika kita membisikkan padanya doa yang tulus, maka ia akan menjadi penyembuh yang mujarab untuk jiwa-jiwa yang sakit. Maka, bisikkanlah selalu doa-doa yang tulus sebelum kita meminum air. Bisikkanlah selalu kata-kata yang indah sebelum kita menjadikannya minuman untuk tanaman kita. Dan karena diri kita sebagian besar tersusun atas zat ini, maka berlakulah baik agar air dalam diri kita juga meresponnya dengan selalu menampilkan aura yang menyenangkan dari diri kita. Air, anugerah yang tiada akan habis.

Semoga bermanfaat…..amiin Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh (MM 04102011)

 

Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: