BIO TEKNOLOGI KUBA

Upaya Pemerintah Kuba Terhadap Pembangunan Ekonomi Dengan Bio-teknologi Dalam Pertanian Nasional.

KUBA mempunyai kemajuan bioteknologi yang sangat pesat. Sebagian besar kebutuhan Pangan,obat-obatan dan vaksin yang diperlukan penduduk Kuba diproduksi di dalam negeri. Hal ini tidak terlepas dari keterampilan dan ketekunan para ilmuan di negeri itu yang didukung kepedulian
dan kebijakan pemerintah Kuba terhadap pembangunan Ekonomi,pangan,kesehatan dan pendidikan.

Pemerintahan Fidel Castro mengalokasikan dana hampir 1 miliar dolar untuk bioteknologi selama hampir 20 tahun terakhir. Para ilmuwan Kuba telah mengembangkan sejumlah pengobatan baru yang dijual ke luar negeri dan setiap tahun menghasilkan 125 juta dolar bagi perekonomian Kuba.

Negara Kuba juga satu-satunya negara di dunia yang menempatkan pertanian organis (PO) sebagai kebijakan pertanian nasional. Di tengah perdebatan internasional tentang kesangsian PO, Kuba mampu memproduksi cukup pangan untuk seluruh umat manusia, justru di Kuba PO telah menyelamatkan negeri ini dari krisis pangan hebat akibat krisis pangan karena hancurnya blok komunis Uni Soviet dan embargo Amerika Serikat waktu itu.

Sedangkan Arah Kebijakan Pemerintah Kuba adalah pada Kemandirian Bangsa melalui Pengembangan Multi Biotechnologi, Dalam hal ini di awali dengan Bioteknologi Pertanian untuk mendukung Kemandirian pangan, karena sehubungan dengan krisis pangan waktu itu.

Sumber berita :
1.Tabloid Suara Wacana,Edisi Terbit ulang/Revisi, Jakarta-April 2007. Di akses 7 nov 2007
2.http://indobic.or.id, Oktober 2007, Di akses 7 nov 2007
3.www.sinarharapan.co.id/berita/0205/16/lua03.html, Tahun 2002, Di akses 7november 2007

Ulasan Berita;
Kuba pasca Uni Soviet
Sebelum tahun 90-an, Kuba adalah negara agraris, impor berbasis minyak bumi dan monokultur ala revolusi hijau. Sistem ini telah membawa Kuba pada tingkat konsumsi pangan yang tinggi, yakni 2809 kalori/kapita/hari dan 77 gram protein/ kapita/ hari tahun 1989. Hal ini mungkin karena adanya dukungan dari Uni Soviet yang mengimpor gula dari Kuba seharga lebih dari lima kali harga pasar internasional dan mengekspor minyak dengan setengah harga internasional. (Sinclair and Thompson, 2001. Laporan OXFAM America).

Hancurnya Uni Soviet menyebabkan Kuba terjebak ke dalam krisis besar, ditambah dengan diberlakukannya Torricelli Act (1992) dan Helms Burton Act (1996) oleh Amerika Serikat yang intinya memperketat embargo, misalnya dengan memberi sangsi kepada negara dunia ketiga yang berbisnis dengan Kuba dan pelarangan penjualan bahan makanan dan obat-obatan ke Kuba sejak 1994. (Romero, 2000. Laporan OXFAM Amerika).
Akibat krisis tersebut, terjadi kekurangan pangan besar-besaran akibat hilangnya impor pangan, minyak bumi dan asupan pertanian. Model pertanian ala revolusi hijau tidak dapat dilanjutkan tanpa dukungan Uni Soviet.

Reformasi Tiga Bidang
Kondisi di atas tidak menjadikan Kuba menyerah terhadap AS dan mengubah pola pembangunan
nasionalnya mengikuti AS. Sebaliknya, krisis justru memunculkan alternatif baru baik di tingkat akar rumput maupun kebijakan nasional. Sebagai contoh, di bidang pertanian setidaknya ada tiga jenis reformasi kebijakan yang dilakukan, antara lain kebijakan teknologi, kebijakan produksi dan kebijakan distribusi. Reformasi-reformasi tersebut berhasil meningkatkan produksi pangan Kuba secara signifikan.Pertanian menjadi sangat menguntungkan. Penghasilan Petani menjadi salah satu yang tertinggi di negara tersebut.

Di bawah ini adalah ringkasan perubahan kebijakan tersebut:
A. Reformasi Teknologi
Di bidang teknologi pertanian, Kuba mendeklarasikan model alternatif yang dapat diklasifikasikan sebagai PO. Pertanian ini dicirikan dengan penggunaan sumber daya lokal yang tinggi, termasuk penanaman kembali spesies-spesies lokal; sistem multikultur dan pengurangan besar-besaran asupan luar seperti pestisida dan pupuk kimia (Rosset dan Benjamin, 1994a&b). Perubahan ini dibarengi dengan pengembangan sarana pendukung, misalnya bioteknologi berbasis masyarakat dan perluasan lahan yang digunakan untuk memproduksi pangan, antara lain dengan pertanian
perkotaan.
1. Pertanian Organik
Petani mengolah tanah dengan prinsip minimum tillage, kompos dan pupuk kandang menggantikan pupuk kimia, oxen sebagai pengganti traktor, rotasi tanaman dan
multikultur.
2. Memasyarakatkan Bioteknologi petani/ bioteknologi petani
Tidak seperti banyak negara di mana bioteknologi identik dengan perusahaan multinasional, di Kuba bioteknologi dikembangkan oleh masyarakat, di koperasi-koperasi petani. Petani dapat mengakses produk bioteknologi, yang merupakan ujung tombak pengendalian hama mereka
3. Membuat Pola Pertanian Kota
Sebelum krisis, pertanian perkotaan tidak berkembang di Kuba. Di Havana bahkan ada aturan yang melarang masyarakat menanam tanaman pangan di halaman rumah karena identik dengan kemiskinan. Setelah krisis, justru pertanian perkotaan memegang peran yang sangat penting sebagai penghasil pangan masyarakat kota sebelumnya tergantung pada produk impor dan kiriman dari desa. Bahkan pada tahun 1994, dibentuk dapartemen khusus yang
mengurus pertanian perkotaan ini. Kota dapat berubah status dari konsumen menjadi produsen
pangan.

B. Perubahan di bidang produksi
1. Lahan Pertanian.
sebelum krisis banyak lahan untuk tanaman pangan.sebagian besar tanah pertanian Kuba digunakan untuk perkebunan tebu sebagai produk pertanian unggulan mereka.
Setelah krisis,
pemerintah mengalokasikan lebih banyak tanah untuk tanaman pangan. Lahan-lahan tersebut antara lain digunakan untuk memproduksi pangan untuk konsumsi parapengelola (self provisioning plot).
2. Distribusi tanah negara kepada Koperasi Rakyat
Sebelumnya sebagian besar tanah pertanian dikuasai oleh perusahaan negara. Perusahaan ini disubsidi besar-besaran oleh pemerintah. Namun demikian, produktivitas mereka jauh lebih rendah dibandingkan dengan koperasi yang lebihsedikit mendapat subsidi dan apalagi bila dibandingkan dengan petani-petani kecil yang tidak disubsidi. Setelah krisis, terjadi reformasi dalam pengelolaan lahan. Sebagian tanah perusahaan negara dibagi-bagikan ke koperasi (UBPC, Unidad Basica de Produccion Cooperative, semacam koperasi produksi unit desa).
3. Pembagian tanah untuk Alih Profesi Petani Baru
Pemerintah juga membagikan tanah bagi individu yang ingin menjadi petani.
4. Perubahan sistem insentif Pertanian
Untuk memacu produksi, pemerintah mengubah sistem produksi antara lain dengan: mengubah sistem penggajian dari berdasarkan jam kerja menjadi berdasarkan hasil produksi, memberikan tanggung jawab luasan lahan tertentu kepada orang tertentu agar produktivitasnya lebih dapat dikontrol dan memberikan insentif pembayaran dengan harga yang lebih tinggi untuk hasil produksi di atas kuota. Hal ini ternyata memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi pangan.

C. Perubahan di bidang distribusi
1 Pembukaan pasar produk pertanian
Sebelum krisis, pemerintah mengontrol seluruh sistem distribusi pangan. Ketika krisis sistem ini tidak dapat berjalan karena adanya pasar gelap. Tahun 1994 dibuka pasar produk pertanian untuk mengantisipasi permasalahan tersebut dan memudahkan akses masyarakat terhadap produk-produk pertanian, terutama pangan.
2. Hubungan langsung antara petani dan konsumen
Sebelum krisis, distribusi pangan langsung ditangani oleh pemerintah secara sentralistik melalui ACOPIO (semacam BULOG untuk segala jenis produk pangan) Setelah Krisis Sebagai alternatif, dibuat desentralisasi sistem distribusi dengan cara mendekatkan konsumen dan produsen. Dengan cara ini konsumen dapat menerima produk yang lebih segar, dalam waktu yang lebih cepat, harga lebih rendah (lebih sedikit rantai pemasaran) dan memotong kebutuhan transport.

Faktor Keberhasilan Kuba
1. Faktor internal:
1.Solidaritas pemerintah, kompaknya birokrasi dan keberanian menolak dominasi asing.
Kuatnya solidaritas pemerintah terutama terhadap mereka yang miskin tercermin dalam
setiap kehidupan masyarakat.
2.Petani yang berkualitas
3.Penelitian yang mendukung.
4.Insentif untuk menjadi petani dan pekerja pertanian

2. Faktor Eksternal:
1.Tidak tergantung pada IMF dan Bank Dunia
Karena itu, pemerintah Kuba lebih bebas dan dapat secara mandiri merencanakan program penyelesaian krisis tanpa intervensi lembaga-lembaga internasional tersebut.
2.Bebas dari pengaruh perusahaan multinasional Akibat embargo Amerika, Kuba relatif
bebas dari cengkeraman perusahaan multinasional.

Krisis menyebabkan pemerintah tidak mampu lagi
menyediakan pangan untuk seluruh penduduk, karena itu
reformasi di bidang pangan di Kuba pada intinya adalah
mengembalikan kedaulatan pangan pada petani sebagai
produsen pangan.

###########################Terimakasih##########################

Terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: